Tulisan Perdana
Tak sesungguhnya tulisan pertama. Karena2 tulisan sebelumnya telah terunggah di sini. Hanya saja, aku menghapusnya karena merasa kurang pantas untuk ditunjukkan kepada khalayak ramai. Pun bukan merupakan blog pertama. Karena aku pernah menulis di blog yang merupakan tugas kuliah.
Entah apa yang menggerakkan jari jemariku hingga sampailah aku di tulisan pertama ini. Sedikit malu dan inferior, merasa bahwa tulisan ini masih sangat jauh dari kata sempurna dan terbilang awam. Namun tak ada salahnya mencoba, bukan?
Sejak kecil, menulis memang hobiku. Terbiasa menulis cerpen kanak-kanak yang lalu aku tunjukkan kepada mama papa yang langsung memujiku. Tidak ada kritik maupun saran, sehingga aku merasa tulisanku cukup bagus kala itu. Pengalaman yang menyenangkan, sangat.
Saat aku duduk di sekolah dasar, guruku pun sempat berkomentar mengenai tulisanku. Aku berbakat, katanya. Perasaan senang kian membuncah di relung hatiku. Membuat anganku merangkai 'aku ingin jadi penulis!'.
Sayangnya, perjalanan menulisku hanya sampai di sana. Banyaknya kegiatan seperti sekolah, tugas, serta les menghambatku dalam menulis. Sehingga, aku hanya akan menulis saat ada tugas.
Mengutip paragraf dari blog lamaku, aku ingin mulai menulis sejak lama. Hanya saja, selama ini aku masih bingung dalam menuliskan idenya. Aku merasa kurang percaya diri. Padahal, menulis merupakan salah satu hobiku. Untung saja, blog yang merupakan tugas kuliah itu membuka mataku dan menggerakkan jari jemariku untuk terus menari di atas papan ketik ini. Dengan semangat dan tekad yang berapi-api, tanpa ragu atau tersendat sama sekali. Seluruh ide dan gagasan yang ada di otakku seolah meluap dengan sendirinya dan muncul secara bertubi-tubi. Tentu saja, rangkaian kata ini masih terkesan amatir karena ini adalah kali pertamaku.
Dan akhirnya, di sinilah aku. Mencoba terus menggali potensiku, sekaligus menjadi ajang katarsis.
p.s. :
Untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat terjadi, penulis ingin menekankan bahwa tulisan dalam blog ini hanyalah fiktif belaka. Mungkin penulis mendapat inspirasi dari peristiwa atau kisah-kisah tertentu yang dialami sendiri, orang terdekat, ataupun novel dan film. Tapi, penulis dapat menjamin bahwa kisah tersebut tidak 100% penulis ceritakan secara detail dan sama persis.
Entah apa yang menggerakkan jari jemariku hingga sampailah aku di tulisan pertama ini. Sedikit malu dan inferior, merasa bahwa tulisan ini masih sangat jauh dari kata sempurna dan terbilang awam. Namun tak ada salahnya mencoba, bukan?
Sejak kecil, menulis memang hobiku. Terbiasa menulis cerpen kanak-kanak yang lalu aku tunjukkan kepada mama papa yang langsung memujiku. Tidak ada kritik maupun saran, sehingga aku merasa tulisanku cukup bagus kala itu. Pengalaman yang menyenangkan, sangat.
Saat aku duduk di sekolah dasar, guruku pun sempat berkomentar mengenai tulisanku. Aku berbakat, katanya. Perasaan senang kian membuncah di relung hatiku. Membuat anganku merangkai 'aku ingin jadi penulis!'.
Sayangnya, perjalanan menulisku hanya sampai di sana. Banyaknya kegiatan seperti sekolah, tugas, serta les menghambatku dalam menulis. Sehingga, aku hanya akan menulis saat ada tugas.
Mengutip paragraf dari blog lamaku, aku ingin mulai menulis sejak lama. Hanya saja, selama ini aku masih bingung dalam menuliskan idenya. Aku merasa kurang percaya diri. Padahal, menulis merupakan salah satu hobiku. Untung saja, blog yang merupakan tugas kuliah itu membuka mataku dan menggerakkan jari jemariku untuk terus menari di atas papan ketik ini. Dengan semangat dan tekad yang berapi-api, tanpa ragu atau tersendat sama sekali. Seluruh ide dan gagasan yang ada di otakku seolah meluap dengan sendirinya dan muncul secara bertubi-tubi. Tentu saja, rangkaian kata ini masih terkesan amatir karena ini adalah kali pertamaku.
Dan akhirnya, di sinilah aku. Mencoba terus menggali potensiku, sekaligus menjadi ajang katarsis.
p.s. :
Untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat terjadi, penulis ingin menekankan bahwa tulisan dalam blog ini hanyalah fiktif belaka. Mungkin penulis mendapat inspirasi dari peristiwa atau kisah-kisah tertentu yang dialami sendiri, orang terdekat, ataupun novel dan film. Tapi, penulis dapat menjamin bahwa kisah tersebut tidak 100% penulis ceritakan secara detail dan sama persis.
Komentar
Posting Komentar