Perihal Mencintai
30 November 2019 Mencintai itu indah. Di saat kau merasa, bahwa dia-lah duniamu. Dia-lah sumber kebahagiaanmu. Dia-lah alasanmu untuk hidup. Cinta itu magis. Perasaan itu membuatmu benar-benar hidup di dunia. Perasaan yang membuatmu lupa, bahkan tidak hanya kau yang ada di dunia ini. Perasaan yang melambangkan ketulusan sejati. Bagaimana jika cinta bertepuk sebelah tangan? Akankah masih terasa indah? Bagi sebagian orang, perasaan mungkin harus terbalaskan. Menyukai, harus dibalas dengan disukai. Mencintai, harus dibalas dengan dicintai. Menyayangi, harus dibalas dengan disayangi. Namun, dimana lagi letak ketulusan itu? Mengapa semua terkesan egois? Hanya karena realistis, lantas kau bisa menomorduakan ketulusan dan memprioritaskan egomu? Cinta tak bisa benar-benar beriringan dengan harapan. Mengharap ia menoleh ke arahmu. Mengharap ia membalas cintamu. Mengharap dia adalah milikmu seutuhnya. Tidak. Bukan dalam hal itu cinta berperan. Intiny...